Kita tahu, bahwa kita sebagai manusia tak pernah bisa lurus selamanya. Makanya, ada pepatah “belajar dari kesalahan”. Dan itu berlaku dalam setiap kehidupan kita saat ini –termasuk dalam dunia semi real yang sama sekali tak bisa diraba; cyber world. Dan termasuk dalam interaksi kita dalam blog.
Entah mengapa, setelah lebih dari setengah tahun bersosialiasi dalam dunia blog ini, saya merasa bahwa dunia itu ternyata secara tidak langsung telah menjadi milik saya, dan saya seakan terus hidup di dalamnya. Kadang mungkin, meskipun serba abstrak dan penuh tipuan, tapi ada juga yang terikat secara emosional.
Dan di atas semua itu, saya merasa bahwa saya berada dalam sebuah lingkaran pertemanan yang disatukan lewat media blog. Saya pun punya banyak teman. Dan sebagaimana pertemanan dalam dunia real kita, di sini pun ada banyak ragam etika dan pelajaran.
Saya sempat membaca postingan terbaru aki herry, dan berpikir, “ah, iya juga ya..”
Dan selama ini saya ingin selalu berusaha menjalin hubungan baik dengan siapapun. Saling berkirim komentar, dan itu menginspirasi banyak hal.
Selama ini, memang ada beberapa masalah –terutama dalam komentar –komentar. Tapi saya merasa itu tidak apa –apa. Sempat terjadi kesalahpahaman dengan mas ini dan mas ini, tapi alhamdulillah itu sudah clear. Mohon maaf kepada anda berdua.
Lalu saya pikir, ah iya, saya harus lebih hati –hati.
Namun sore ini saya dikejutkan dengan sebuah pesan di Y!M yang begitu telak di hati saya. Saya kaget, karena seumur blogging, saya tak pernah mengalami hal seperti ini.
Tapi bukan. Bukan saya marah. Atau tersinggung atau apa. Tapi ini justru mengingatkan saya, bahwa semestinya saya lebih hati –hati. Bahwa semestinya saya lebih sopan. Bahwa semestinya saya lebih menjaga komentar saya dari hal –hal yang menyebalkan.
Oleh karena itu, saya mohon maaf kepada orang –orang, terutama kepada seseorang yang telah begitu sebal dengan komen saya yang tidak berguna dan junk habis –habisan, saya meminta maaf. Saya khilaf. Dan saya akan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.
Terima kasih kepada anda –saya tak akan menyebutkannya, atas masukan dan kritikan yang berharga. Saya akan terus belajar agar lebih baik lagi.
Sekali lagi, mohon di maafkan apabila komentar saya menyebalkan dan tak berkenan. Mudah -mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Dan jangan segan untuk menegur saya apabila terjadi lagi hal seperti ini.