balik kanan.
Maret 31, 2008
“Apa yang bisa kuingat lagi sekarang ?”
Seseorang berkata, dengan wajah yang tenang dan senyum yang meneduhkan. “Terkadang, kita mesti keras pada diri kita sendiri”, matanya lembut namun dapat menembus sampai ke kedalaman hatiku. Seolah –olah ia tahu apa yang kusembunyikan rapat –rapat di sana.
Suaranya, bagaikan alunan melodi yang disebarkan angin. Bergema samar –samar seolah –olah berasal dari dunia lain. Dan aku tak dapat menghentikan efek kelembutan yang menyentuh jiwaku, tak dapat menghindar ketajaman sinar matanya yang menusuk ulu hatiku hingga pedih tak terkira.
Seluruh hatiku tumpah, pada bulir –bulir air mata yang keluar dari sudut perasaanku.
“Layaknya orang kecanduan yang ingin disembuhkan dari kecanduannya. Dia keras pada dirinya sendiri, tanpa belas kasihan. Lalu serentak membalikkan tubuh, tanpa harus mengatakan apapun. Membutuhkan niat dan tekad yang sangat kuat untuk membalikkan diri disaat kita sedang sangat menikmatinya”katanya lagi.
“Meskipun…”aku mengeluarkan kata –kata tak jelas. Suaraku tertahan oleh isakan dari dalam kerongkongan. “Meskipun terlalu banyak hal yang ditinggalkan di belakang. Terlalu berat. Sungguh sangat berat…aku hampa”kataku, dengan jujur.
“Justru pada saat seperti inilah kesiapan dan kualitas kita diuji. Silakan dipikirkan. Sungguh, silakan berpikir dan pertimbangkan. Sejauh mana kita meyakini dengan segenap hati dan jiwa kita, bahwa ada jalan keluar untuk setiap permasalahan. Sejauh mana engkau yakin, bahwa Alloh SWT selalu memberikan jawabannya untuk kita”
Aku diam sesaat. Merasakan detik –detik kebenaran itu menyeruak ke dalam kalbuku, dan mengendap menjadi tetes- tetes kerinduan yang tak tertahankan. Aku ingin meledak, dan berteriak.
“Aku ingin” kataku menguatkan hati yang terus bergemuruh menahan ledakan perasaan. Ah, dia. Dia selalu saja bisa mengombang –ambing hatiku, dengan segala kata dan bahasa jiwanya. “Aku ingin mengembalikan hal –hal yang pernah hilang. Dan merasakan, apa yang pernah dulu kurasakan.”
“Maapkan aku..”kataku lagi, pelan –pelan, dengan sedih. Aku merasa telah membuat orang ini berada dalam kesedihan. Dan itu jelas kulihat. “Bagaimana aku bisa menghentikan semua ini? Aku ingin mampu..aku ingin kuat….”
“Balik kanan. Itu yang bisa kukatakan. Segalanya tak akan dimulai jika kau masih ragu seperti itu. Tinggalkan ragumu, lalu lakukan apa yang ada dalam kesadaran hatimu.”jawabnya, tanpa keraguan.
Aku memahaminya.
“Balik kanan?”
“Ya”
Aku tenggalam dalam kebisuan. Tak dapat berbicara lagi. Jadi, inikah saatnya? Saatnya untuk kembali. Yah, belum terlambat untuk membuat keputusan itu. Insya Alloh, saya akan kuat.


Maret 31, 2008 pada 6:47 am
hmmm…mengingat masa lalu mbaks?
Maret 31, 2008 pada 9:43 am
insya Allah… kuat. SEMANGAT!
Maret 31, 2008 pada 10:16 am
keinginan untuk berbalik ke arah kanan tidak semudah yang dibayangkan. Karena lajur kanan adalah lajur yang paling tidak disukai oleh hawa nafsu dan syaitan. Nafsu akan terus menyelisihi hati yang memiliki kehendak untuk kembali ke lajur kanan, sedang syaitan tidak akan berhenti berupaya untuk terus membelokkan setiap langkah agar tetap dan kembali ke lajur kiri.
Sabar, roja dan istiqomah menjadi kunci keberhasilan berjalan di lajur kanan. Tanpa ketiga kunci tersebut, kehendak untuk balik kanan hanya akan sekedar menjadi keinginan tanpa hasil. Balik kanan adalah kembali jalan yang dikehendaki oleh-Nya. Allah SWT menjanjikan untuk siapapun yang berbalik ke kanan, maka Ia akan membersihkan jiwanya dari segala noda dan dosa.
Nabi SAW bersabda: Attaaibu kaman laa dzanba lahu. “Orang yang kembali kepada jalan Allah (bertaubat), akan seperti halnya orang yang tidak memiliki dosa”.
Salam kenal…
*ditendang*
Maret 31, 2008 pada 10:21 am
hmm…ingin merasakan afa yang dulu fernah dirasakan? ah ya, semoga rasa itu masih sama kaya dulu. jangan samfai kek lagunya feterfan, “…jangan kau coba tanyakan kembali, rasa yang telah kutinggal mati…seferti hari kemarenn…saat kau ada disini…….”
.
.
.
ngomong afa saia ini…
April 1, 2008 pada 2:42 am
sabar sabar ya..
April 1, 2008 pada 3:58 am
–abeeayang-
masa lalu dan masa kini ^_^
-pak adit-
terima kasih
-cabe rawit-
betul sekali. terima kasiih atas wejangannya. baru bertemu lagi udah memberikan wejangan jitu.
lam kenal juga
-hoek soegirang-
waaaa..mas hoek! XD
-hanggadamai-
iya, makasih ^^
April 1, 2008 pada 8:52 am
masa lalu memang sesekali perlu di tengok juga keknya ya…
berziarah…
April 21, 2008 pada 3:35 am
itu lagi menghadap ke kiri fotonya.