Belanja di bandung
Maret 28, 2008Dalam kamus pribadi yang saya pahami, belanja sama dengan transaksi jual beli. Dimana terjadi kesepatakan antara penjual dan pembeli mengenai harga suatu barang, lalu terjadilah transaksi. Kita mendapatkan barang, penjual mendapatkan uang.
Sejatinya, kita membeli suatu barang karena kita membutuhkannya. Namun kadangkala, hanya karena keinginan (wants) – dan ditunjang dengan kemampuan finansial, kita membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Di sini, berbenturanlah antara needs dan wants. Keinginan dan kebutuhan.

Coba kita ingat –ingat lagi. Seberapa banyak kita membelanjakan harta kita sesuai kebutuhan, atau hanya karena keinginan saja. Kebutuhan, berarti itu menyangkut hajat hidup kita pribadi dan orang lain. Keinginan, biasanya hanya berdasarkan nafsu sesaat yang tak pernah terpuaskan. Padahal, keinginan manusia itu tak pernah ada batasnya. Sedangkan pemuas kebutuhan kita terbatas. Barangkali, dari sinilah asas kesederhanaan dan hidup hemat itu perlu kita galakkan.
Tapi itu dia, hidup hemat di Bandung itu amatlah berat !!!
Siapa tak kenal julukan “Parisj van Java”? tepat. Julukan itu diberikan karena Bandung layaknya kota Paris –nya Pulau Jawa, surga bagi para shop a holic dan pencinta belanja kronis. Dan kebanyakan mereka ini adalah para perempuan. Dari mulai barang –barang branded (bermerk) yang harganya melangit, sampai tiruan –tiruan yang nyaris tak bisa dibedakan, selain karena harganya yang miring. Fashion selalu up to date.
Makanya, setiap weekend, Bandung dibanjiri pengunjung luar kota yang sengaja untuk berbelanja atau sekedar makan di café –café. Macetnya tak terbayangkan. Sekedar belanja !!!
Kalau di kota –kota lain kita biasanya mengenal tempat tersebut dengan lokasi wisatanya yang lebih alami, justru saya lebih mengenal bandung melalui wisata belanja nya, daripada wisata yang sebenarnya. Café, distro, mall, factory outlet, saat ini berderet berdesakan di seluruh jalan protokol di Bandung.
Tengoklah sepanjang jalan Cihampelas, Setiabudhi, Riau, Merdeka, atau Dewi Sartika. Sepanjang jalan anda akan menemui suguhan fashion dan tempat makan. Belum lagi mall, atau pusat belanja semacam Pasar Baru dan Kings Shopping Center. Jika anda nekat belanja di tanggal muda, siap –siap untuk kehabisan nafas karena lautan manusia.
Saya pernah mengantar teman berbelanja. Tepat tanggal 1 ! Nekat banget. Kebetulan beliau agak shop a holic juga, dan finansialnya tidak bermasalah. Pertama –tama kita bertemu di Gramedia Merdeka. Beliau belanja buku. Setelah muter –muter di Gramedia, kita muter –muter di BEC (Bandung Electronic Center) untuk membeli beberapa aksesoris elektronik, lalu melongok sebentar di BIP.
Setelah itu, saya pikir selesai. Saya sudah capek banget. Ternyata perjalanan panjang kita masih berlanjut ke Kings Shopping Center !! Benar –benar saya nyaris pingsan waktu jalan di sekat –sekat para penjual di sana !!! Manusia berjejalan seperti semut !!!
Benar –benar pengalaman yang tak terlupakan. Cuci mata memang enak. Tapi berat juga menahan nafsu untuk tidak membeli barang –barang yang sebetulnya hanya “aih lucuu..pengen deh, warnanya pink..”. Padahal saya tak membutuhkannya saat itu. Huh.
Tapi, walau bagaimanapun, semua itu kembali ke masing –masing kita juga, iya kan? Justru di situlah tantangannya. Semoga saya tidak menjadi seorang yang shop a holic. Meskipun saat ini, mulai keranjingan senang belanja dan hang –out bersama kawan –kawan. Saya ingin mulai membuat perubahan pada setiap kebiasaan yang kurang bermanfaat.
Membeli yang dibutuhkan! Yea !!!


Maret 28, 2008 pada 7:02 am
Ohohohoho… di Bandung emg enak shopping.
*shopaholic*
Maret 28, 2008 pada 7:42 am
jeng2 terus…..
Maret 28, 2008 pada 7:48 am
–emi chan–
exactly.
tapi jadi boros
–abeeayang-

jengjeng?
jalan jalan ya?
ehehehe, klo awal bulan aja sih
Maret 28, 2008 pada 8:09 am
yah, semoga sukses deh…
Maret 28, 2008 pada 8:43 am
–pak adit–
amin
eh,apanya?
Maret 28, 2008 pada 9:41 am
Belanja di Maliboronya?
Maret 28, 2008 pada 1:16 pm
jadi pengen cepetanawal bulan biar bisa belanjaa
Maret 28, 2008 pada 3:24 pm
hehehe cewe yg hobi “shopping/niat awal sekedar window shopping” emang rata2 sama yaa…yg bedain cuma “sejauh mana bisa mengendalikan hasrat/nafsu belanja”
Maret 28, 2008 pada 3:33 pm
hihihi…saya juga kalo ke bandung tobat deh. waktu ke rumah mode beli pakaian ampe 3 potong gituh.. *nangis*
udah itu belum lagi kalo ke ciwalk, bisa ngiler liat pernak-perniknya. duh jadi pengen ke bandung
tapi lagi cekak dompetnya…Maret 28, 2008 pada 5:49 pm
Tetep sih, keinginan lebih berperan penting dalam pengambilan keputusan saat belanja…meskipun saya termasuk orang yang amat sangat jarang sekali pisan berbelanja.
Hanya saja, sekarang saya sih mulai berpikir bagaimana caranya barang-barang yang saya beli bisa memberikan profit atau benefit…ya, minimal balik modal gitu. Hehehe
Maret 29, 2008 pada 2:52 am
–Lee-
boro -boro bisa belanja di malioboro. keburu tepar !
tar klo ke jogjah lagi, mau belanja di sana !
-bluestockin-
wah, shop a holic ini..
-poppy-
emang begitu lah..
-cK-
ayo ke bandung, mina tunggu lho..
tar kita belanja bareng *manas -manasin*
-donnyreza-
hm..pemikiran yang sangat ekonomis.. saya juga kadang pengenya begitu
Maret 29, 2008 pada 5:03 am
Sudah jelas,,,
Bandung lautan
apiPKL…Makanya jalanan sering pada macet…
Maret 29, 2008 pada 10:07 am
nafsu lebih besar drpada tenaga ya??
Maret 29, 2008 pada 12:39 pm
saya blom ke PVJ,.. maukan teteh menemani?
Maret 30, 2008 pada 9:27 am
–gie–
nyahahahah…betul !!
tapi dilematis, masa para pencari rizki itu juga diusir?
gimana ga dilematis coba?
-hanggadamai–
ehehehe…iya juga ya.. *baru nyadar*
-mas alle–
eh beneran mau ke bandung? emang kapan ke bandung nya mas alle?
beneran kita tunggu lho, tar kemanapun mas alle mau pergi -apalagi ke PVJ, ayoooo kita temaniiii deeeeeh…
*smangat 45*
Maret 30, 2008 pada 2:44 pm
Kalo saya sekrg udah jd online shopaholic :((
Jadi takut ke bandung nich :-p
Anyway, salam kenal yach…
Maret 30, 2008 pada 3:31 pm
kalo bicara masalah belanja ….. ada suatu fenomena yang aneh .. tapi nyata.
coba kita simak, dari Bandung belanjanya ke mangga dua di Jakarta …..eh dari Jakarta belanjanya di Parisj van Java - Bandung.
Maret 31, 2008 pada 12:11 am
–sun5shine-
online shopaholic? hm..belanja secara online?
wah ga asik. asiknya belanja mah secara langsung aja..
ga usah takut ke bandung…ga akan jadi shopaholic kok, tergantung kitanya ajah
-pak TH-
o iya, gitu ya pak?
saya m alah kurang begitu tau klo orang bandung belanja nya malah ke luar kota. mendingan di lokal aja lah, jauh2 ke jakarta hambur ongkos
Maret 31, 2008 pada 2:31 am
itulah hebadnya pasar! orang dipaksa butuh dan ingin sementara pada prinsipnya dia tak butuh dan tak ingin… dan bandung adalah salah satu surganya pulau jawa untuk belanja… hehehehehehe
Maret 31, 2008 pada 4:16 am
–pak gempur–
oalaaaa ada pak gempur ! ‘>_<
betul itu, pasar memang sengaja di ciptakan seperti itu ya? karena berbagai kepentingan bisnis ada di sana.
kenapa bandung ya pak…ada sejarahnya ga sih..
jadi ingin mencari info nya nih…
Maret 31, 2008 pada 5:44 am
janteun sono ameung ka bandung deui
Maret 31, 2008 pada 5:59 am
–mas detnot–
mangga atuh linggih ka bandung
April 4, 2008 pada 6:24 am
pengen ke bandung..
Mei 13, 2008 pada 11:40 am
“Dari mulai barang –barang branded (bermerk) yang harganya melangit, sampai tiruan –tiruan yang nyaris tak bisa dibedakan, selain karena harganya yang miring.”
di bandung dimana nyari barang branded? he3 saya belum pernah nemu..saya cuma sering nemu barang2 tiruannya..mungkin saya yang ndak gawul..
itu jalan2 yang disebutin semuanya jalan yang wajip saya sambangi klo lagi ke bdg hu3 jadi maluw..saya termasup yang tukang bikin macet donk ya
klo mo jadi shopaholic tanpa menguras kantong ,,ke pasar kutu aja alias flea market
.. yak hidup CIMOL GEDEBAGE!! dah lama gak kesana jadi kangen ^^