Ta’awun
Maret 25, 2008Setelah membahas tema ini, “taawun”, bersama kawan -kawan waktu itu, kebetulan saya menemukan banyak hal yang berhubungan dengan ta’awun di dunia maya. Ta’awun, dapat diartikan sebagai “tolong menolong dalam kebaikan” berasal dari bahasa arab.
Diantaranya, tentang kepedulian pada orang -orang miskin sehingga mereka tak lagi dapat makan dengan mudah. Dan juga, orang -orang yang kadang terlupakan oleh kita, orang-orang yang tinggal di pinggiran kota, terjerat dalam kemiskinan. Sehingga muncul kepedulian untuk membantunya.
Kadang, saya berpikir, sungguh saya ini adalah orang yang tak pandai bersyukur.
Bersyukur, bahwa saat ini, kita -kumpulan para blogger, mengenal dunia maya dan bisa berjam -jam duduk netting. Bahwa kita menjadi bagian dari orang -orang yang memahami teknologi. Sedangkan orang lain, untuk makan saja sangat susah. Mungkin mereka bahkan tak mengenal apa itu internet. Karena teknologi itu mahal. Tak terjangkau untuk orang -orang tertentu.
Apa ya, yang ada dalam pikiran orang -orang tersebut, yang makan saja sulit dan rumah pun tak layak huni. Mungkin, dan tentu saja, mereka telah berjuang lebih keras untuk hidupnya. Kita juga, harus berjuang lebih keras untuk hidup kita.
Sekedar mengingatkan lagi kampanye batagor untuk acara bedah rumah, yang selengkapnya bisa dilihat di sini atau di sini. Lengkap dengan informasi donasinya. Kegiatan ini, menurut rencana, dimulai tanggal 30 Maret 2008. Kontak person bisa pada aki herry di o81320493493.
Walaupun sedikit, ingin sekali berpartisipasi.
Terima kasih.


Maret 25, 2008 pada 9:14 am
Trims ya sudah melanjutkan ajakan ini,
Maret 25, 2008 pada 9:51 am
Sayang sekali ya..
Disaat dunia blogger ramai-ramainya menyerukan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, para politisi malah berperang urat-syaraf dengan kontestan politik lain.
Contohnya; dana kampanye yang notabenenya dari rakyat itu dihambur2kan percuma dan rakyat dibiarkan tergeletak tak berdaya…
Ironis! Sungguh miris saya melihat fakta tersebut…
Hayu ah..
Mari kita berlomba dalam kebaikan!
Maret 25, 2008 pada 10:44 pm
Andai mereka juga punya akses nge-blog seperti kita…akankah cerita sedih atau bahagia yang mereka ceritakan?!
Maret 26, 2008 pada 12:54 am
yang jelas kita sbg manusia harus saling tolong menolong dan itu wajib.
Maret 26, 2008 pada 2:12 am
–aki-
mina ga bisa memberikan banyak. moga hal kecil seperti ini pun bisa membantu ^^
-blogie-
yup.
tapi tidak semuanya begitu juga, gie. Kalau dilihat dan dipahami bukan hanya luarnya saja, kita tentu akan paham juga bagaimana perang ini sebenarnya.
Karena, sudah jelas, tiap kita punya jatah tersendiri dalam berperan di masyarakat. Setiap kita punya jatah dan jalan lain sendiri Gie, bukan berarti mereka pun tak peduli sama sekali
-donny reza-
benar…
-hanggadamai–
betul, berlomba dalam kebaikan, fastabikul khairat dan ta’awanu ‘alal birri wattaqwa, begitu kan?
Maret 26, 2008 pada 4:31 pm
ta’awun, jadi inget masjid di daerah puncak bogor sana
kita2 termasuk orang yg beruntung di beri nikmat oleh ALLAH tapi lebih bnyak lagi orang yg tidak beruntung, makanay kita harus tolong menolong
Maret 26, 2008 pada 5:48 pm
wah…nunggu acaranya deh..
Maret 27, 2008 pada 4:09 am
–chatoer-
betul sekali, kang.
-cK-
oke deh. ga ikutan ke bandung aja chika
Maret 27, 2008 pada 9:11 am
lam kenal, bu..
April 16, 2008 pada 2:42 am
iya jadi inget mesjid yang suka dipake tempat nongkrong diPuncak Bogor, tapi sayah jadi tau artinya ta’awun haturnuhun