Anak -anakku

Maret 14, 2008

anak-3.jpg

 Apa yang bisa kita pikirkan tentang makhluk  mungil ini, dan apa yang kerap memenuhi pikiran mereka saat melihat orang dewasa? Apakah hanya imajinasi yang meloncat menembus kesadaran kita, dan mereka sanggup memvisualisasikan apa yang tak pernah kita bayangkan dengan cara mereka sendiri yang unik? 

Dan kitapun, sebenarnya memiliki semua itu dulu –dulu sekali, yang telah jauh kita tinggalkan karena kita merasa bahwa kita telah dewasa sehingga harus berpikir lebih logis dan realistis. Kita telah banyak melupakan apa yang kita pikirkan saat masih kanak –kanak. 

Saat ini, dalam perjuangan keras kehidupan aku banyak belajar dari mereka. Bahwa dalam dunia dan pemikiran mereka banyak hal yang indah. Yang bahkan bisa melambungkan semua imajinasiku mengenai kebahagiaan menjadi seorang perempuan. 

Aku bersyukur, masih bisa melihat tawa dan kebahagiaan anak –anak Indonesia di sini. Membuatku merasa ingin tetap bertahan, dan terus hidup untuk membuat dunia yang lebih baik bagi tempat tinggal mereka. Sebab merekalah yang nanti akan menjadi penerus peradaban kita. Di suatu masa, di masa depan nanti… 

Aku bersyukur. Sebab di dunia ini, masih ada anak –anak yang bisa tersenyum bahagia dengan bebasnya sambil berlari –lari dan memanggil namaku, “ibuuu…ibu…”.

Karena  di bagian dunia yang lain, ada anak –anak yang tak seberuntung itu. Yang mereka lihat hanya kematian, tangis, darah, dan peperangan. Masa –masa indah mereka telah dirampas dengan paksa. 

Anak –anakku yang baik,

Kalian bukan anak –anakku,

Bukan juga anak –anak orang tua kalian

Tetapi kalian adalah milik peradaban.

Kalian akan melesat jauh meninggalkan kami dengan dunia kalian sendiri, yang tak kan pernah bisa kami jangkau.

(terinspirasi dari kutipan Kahlil Gibran).

17 Tanggapan ke “Anak -anakku”

  1. nh18 Berkata

    Hmmm …
    Suatu perenungan yang menyentuh …

    Salam teh …
    saya datang berkunjung kembali …

    (*read*) stamp !

  2. suandana Berkata

    Ooo… Ganti nama jadi ibu ya…
    Anak-anak memang selalu mengagumkan…

  3. Effendi Berkata

    Saya jadi pengen kawin… :lol:

    (apa? nikah? huahahaaa….)

  4. brainstorm Berkata

    yah.. ngarana ge anak-anak, ma’ .. ulah dicarekan lah, kumaha eta budak we.. untung masih leutik keneh, ngke mun geus baligh mah geus nyaho yeuh nagara loba nganjuk.. wehehehehe

    ngomong naon sayah barusan ya :roll:

  5. cK Berkata

    wogh! mbak mina anaknya banyak! :shock:

  6. BLOGIE Berkata

    *ngakak dulu baca komeng cK*

    Well.. anak-anak itu adalah plagiator paling giat di muka bumi ini. Apa-apa aja yang dia lihat pasti akan ditiru. Betul?

    Teh Mina…
    Teruslah jadi panutan yang baik bagi anak-anak, pun kelak nanti saat mendidik anak-anak sendiri . .

    *berlagak sok kolot* :mrgreen:

  7. Moerz Berkata

    jadi inget SD…
    *ingetdikitlagiUN*

  8. Malecious Genius Berkata

    saya mau tanya.. itu anak2 nemu dmn?? nanti klo ada lagi saya minta satu yah… :mrgreen:
    *diinjek*

  9. hanggadamai Berkata

    hmmm kahlil gibran ya..
    khalil gibran made beautiful poems, but not all the time they are right.

  10. iman brotoseno Berkata

    anak saya milik saya.. orangtuanya, yang memberi nafas, memberi pengetahuan dan bekal hidup,..
    Melepasnya ke langkah hidupnya agar ia bisa menaklukan peradaban dan bersyukur atas nama Tuhan

  11. eMina Berkata

    –nh18-
    terima kasih, pak ^^;
    silakan berkunjung kapan saja :D

    -pak adit-
    saya tidak ganti nama kok :|

    -effendi-
    Hehe.. :D
    ya menikahlah !

    -mas brain-
    sumuhun, masih aralit keneh eta barudak teh.
    keun we, sina terangeun anu saleresna kondisi nagarana tea..

    leres teu? :mrgreen:

    -cK-
    tentu saja 8)

    -kang gie-
    betul sekali.
    iya, doakan saya agar menjadi ibu yang baik bagi anak -anak saya nanti ya…

    -moerz-
    bukannya sekarang moerz juga masih anak -anak?
    *kabur* :mrgreen:

    -malecious genius-
    nemu di sekolah, mas.
    Ah, ga bisa saya kasih. Nanti ortunya marah dong. Mas genius bisa cari sendiri di sekolahan. caranya? ya jadi guru :D

    -hanggadamai–
    memang betul

    -mas iman-
    wah, kutipannya beda ya, dari orang yang sudah berpengalaman.
    *catat*

  12. Abeeayang™ Berkata

    mbaks mina anaknyah banyak? :shock:
    apa gak gempor? :lol:
    *dicambuk*

  13. kakanda Berkata

    duh senangnya,…
    punya anak banyak :)

  14. eMina Berkata

    –abeeayang–
    gempor? maksudnya gempor apa ya? :?

    –pak kakanda-
    iya dong 8)

  15. adit-nya niez Berkata

    Suatu saat mereka juga akan seperti kita, kami, atau mereka… :mrgreen:

  16. achoey sang khilaf Berkata

    Puisi Kahlil Gibran itu
    Lagi2 kutemukan

  17. Dimas Berkata

    jadi pengen punya anak…. *celingak-celinguk cari calon istri*

Tinggalkan Balasan