Sekolah yang menyenangkan?
Januari 18, 2008Sekolah.
Jujur ya, apakah kalian suka sekolah? Atau justru benci? Saya juga pernah menjadi seorang murid/ mahasiswa. Dan banyak hal yang membuat kebanyakan kita tidak suka [bahkan sampai pada taraf membenci] sekolah.
Lalu, kenapa sih kita kadang ga suka sekolah?
Saya tidak pernah belajar psikologi atau apalagi tentang ilmu pendidikan secara teroritis. Jadi ini hanya tulisan subjektif saja dari apa yang saya rasakan dan saya khayalkan.
Saya sendiri sebetulnya tidak terlalu suka juga. Membayangkan bahwa setiap hari selama enam hari dalam seminggu –selama 8 jam tiap harinya –waktu kita dihabiskan di sekolah. Duduk dikelas, mendengarkan guru memberikan pelajaran –pelajaran yang bahkan membuat kita pusing dan muak. Ada yang kita sukai –itu membuat kita senang, dan ada juga yang dibenci. Bayangka, itu terjadi selama 12 tahun ! Bahkan akan bertambah jika kita masuk kuliah.
Tapi kemudian apa yang membuat kita [seharusnya] bisa mencintai sekolah, agar sekolah bukan hanya dipandang sebagai pendoktrinan, agar sekolah tak dipandang sebagai tempat yang membosankan? Agar sekolah bisa dipandang sebagai tempat yang menyenangkan untuk tumbuh dan berkembang bagi anak –anak, dimana mereka bisa mendapatkan ilmu yang bisa menggali potensi mereka dan meningkatkan kualitas diri mereka, agar sekolah bisa menjadi tempat untuk bersosialiasi dan tempat bermain sebagaimana adanya mereka sebagai anak –anak –intinya menjadi tempat yang bisa membuat anak –anak bahagia?
Banyak faktor, mungkin. Namun bagi saya pribadi, yang juga telah mencicipi bangku sekolah selama 12 tahun, salah satu faktor itu adalah guru.
Ya, guru. Bagaimana saya bisa tetap bertahan di sekolah dan bersedia tinggal dikelas? Salah satunya, karena saya mengagumi dan menyenangi cara mengajar guru saya. Guru yang menyenangkan, yang tahu bagaimana cara bergaul dengan muridnya.
Saya pernah begitu merindukan salah satu kelas di kampus. Saya pergi dengan semangat untuk mengikuti sebuah mata kuliah. Mengapa? Hanya karena saya menyukai cara dosen saya mengajar. Saya sampai menangis di kelas karena terharu dengan apa yang beliau paparkan –saat itu beliau membahas tentang kemiskinan di Asia dan dunia.
Lalu, apa yang diharapkan seorang murid dari gurunya? Seperti apakah sosok seorang guru yang bisa membuat anak –anak bahagia?
Mengutip dari penjelasan A.S Neil -pendiri summerhill school, bahwasanya anak –anak itu egois dan bahwasanya dunia ini adalah milik mereka. Jadi saya pikir, wajar jika anak banyak menuntut ingin begini- ingin begitu dari gurunya. Namun pada dasarnya mereka adalah intisari cinta. Makhluk yang penuh rasa sayang.
Tentunya, kita tak bisa se –ekstrim Onizuka Eikichi dalam menempuh karir sebagai guru, dimana dia menggunakan cara –cara “kontroversial” dalam menyelesaikan tiap masalah di sekolah. Tapi filosofis onizuka sebagai pengajar mungkin bisa ditiru. Misalnya dia mengatakan bahwa dia bahagia menjadi seorang guru, dan dia mengatakan “aku ingin membuat anak –anak mencintai sekolah dan kembali ke sekolah” (kira –kira begitulah makna yang dapat saya tanggap. “I’l make this school fun!”
Bagaimana bisa murid –murid begitu mencintai onizuka padahal dia sama sekali tidak punya latar pendidikan guru? Itulah. Seperti yang tadi saya katakan, salah satunya adalah karena dia memahami muridnya. Inilah yang membuat dia dicintai. Dia tidak hanya memposisikan diri sebagai guru yang hanya menjejali murid dengan pelajaran –pelajaran, tapi dia bisa menjadi ayah, kakak, guru, sekaligus teman bermain dan belajar bagi muridnya.
Anak –anak, tidak dipandang sebagai pengacau dan mengerikan. Apalagi pada usia remaja. Sekolah bagi mereka selalu dianggap suatu hal yang ‘alergi’. Padahal yang mereka butuhkan adalah teman bercerita, bukan jejalan nasehat. Mereka ingin di dengar dan di perhatikan.
Dan cara bergaul seperti itu dengan murid, secara teknis, tidak diajarkan pada para calon guru. Kita biasanya hanya terjebak dalam teori –teori yang menjemukan. Dan pada kenyataannya, ketika kita menerapkannya langsung di lapangan, kadang teori –teori itu menjadi teramat sulit. Dan yang diperlukan adalah –saat kita ingin menjadi seorang guru yang baik, kita belajar langsung dari murid kita sendiri.
Para guru harus lebih kreatif membuat para siswanya merasa bahagia. Masuklah dalam dunia anak –anak dan remaja secara pelan –pelan. Dengarkan mereka secara hati –hati. Maka mereka tidak akan lari, mereka justru akan mencintai. Kita akan mendapati bahwa mereka adalah makhluk istimewa yang imajinatif.
Jadi? Sekolah itu bisa jadi tempat menyenangkan juga bukan?


Januari 18, 2008 pada 5:38 am
GTO itu memang perlu ditiru kan? (cita-citanya, jangan kelakuannya yang nyeleneh itu…
Apa saya bilang…
Tapi, sebenarnya, dia itu menerapkan prinsip seperti yang tertulis di blognya Bu Venus lho, sometimes we must go a little crazy to stay normal (dak hapal redaksionalnya, tapi gitu lah… ) iya, kan? Jadi, sesekali guru itu perlu jadi gokil juga…
Januari 18, 2008 pada 5:59 am
yah, ga mesti selalu jadi gokil juga sih. Pokoknya menyenangkan.
tapi klo menghadapi remaja, memang tak apa jadi gokil. namun itu juga dalam batas wajar lho, untuk masuk dalam dunia remaja
Januari 18, 2008 pada 6:57 am
Onizuka kan komik guru mantan preman itu bukan?? wah sudah lama g baca
*
*
*
*
ehhh kalo 8 jam sekolah bosan, bgaimana kalo 8 jam ngeblog??
*
btw, memang sepertinya perlu diajarkan juga bagaimana cara mengajar ya?? atau sudah di SPG-SPG itu??
SPG = Sekolah Pendidikan Guru *
Januari 18, 2008 pada 7:15 am
hellow
dulu ku juga benci sekulah, cuman suka ketemu temen-temen aja, belajarnya males.
ku setuju klo memang seharusnya cara guru -lah untuk nyampein suatu mata kuliah enak/to ngga ngajarnya yg terkadang bisa membuat murid semngat sekolah
Januari 18, 2008 pada 7:58 am
Sekolah bagi saya menyenangkan dibanding kuliah…
Januari 18, 2008 pada 10:50 pm
Ini yang dituju sekolah atau sistem pendidikan?
Januari 19, 2008 pada 3:09 am
Steve Jobs says, “You’ve got to find what you love?”. Ketika tidak suka atau tidak mengerti tujuan..Just leave it..Hehe..
http://news-service.stanford.edu/news/2005/june15/jobs-061505.html
Januari 19, 2008 pada 3:52 am
hmmm…pernah dikasih liat ke anak IKIP? bagus tuh kalo mereka tau n jadi bahan diskusi juga pembelajaran buat mereka saat terjun ke dunia pendidikan
Januari 19, 2008 pada 4:29 am
Kebanyakan teman saya sekolah hanya untuk duduk n nunggu bel fulang… Pas pljrn krjanya ngobrol n maen hp… Abiz pljrne jg sucks! Plg enakny cm pas kbgian guru yg humoris.
Lam kenal yax
Januari 19, 2008 pada 5:04 am
–Goop—
Onizuka itu yang ditiru cuma filosopinya aja. Ke mesum –an nya sama sekali engga banget.
Jam 8 nge –blog? Wah, tergantung grade sekolah nya kayaknya
Klo lagi bagian jadwal kompie sih mungkin bisa aja
Gak tau si di univ pendidikan diajarkan atau engga. Saya kan ga kuliah di sana ^_^
–isengdoang—
Hm, berarti memang faktor guru bisa juga ya. Saya tulis ini baru pemikiran aja sih. Mungkin perlu dilakukan survey ya.
Guru yang killer biasanya di benci ya.
–praditya—
Saya lebih suka kuliah lho XD
–Lee—
Bisa semuanya. Saya kan hanya curhat aja. Bisa sekolah, guru, atau system pendidikan
Eh tapi nyambung gak ya..
–Wildan—
Makanya itu, sekolah kan hal yang cukup penting juga bagi masa depan kita. Meksipun bukan segalanya. Nah, penting tapi kadang banyak yang ga suka sekolah. Karenanya, bagaimana caranya supaya sekolah menjadi hal yang menyengangkan dan disukai.
Kita tak bisa begitu saja meninggalkan apa yang ga kita sukai. Contohnya dlam kasus ini. Iya kan? ^_^
–Hafez—
Belum sih. Mudah –mudahan ada yang nyantol ke sini
–maxbreaker—
Nah itu dia. Jadinya gimana coba biar sekolah bisa jadi fun? Mungkin rasa boring itu pasti ada, tapi pas boring kayaknya kita perlu ke luar dan belajar di luar ya…
Saya juga begitu ko dulu. Klo lagi ga mood belajar, ya gikin gambar sendiri ajah

lam kenal juga max
Januari 19, 2008 pada 5:25 am
what i go to school for????…pelajaran terbaik adalah kehidupan.
Januari 19, 2008 pada 5:26 am
sekolah? saya suka sekali
sistem pendidikan? saya kurang suka yang ini
tapi pada hakikatnya, apa yang kita cari disekolah? sekedar nurut orang tua atau niat pribadi buat mencerdaskan otak walau ga terlalu signifikan, atau cuma nyari sahabat, cari pacar?? atau ikut2an tawuran? kalo saya dapet jodohnya pas SMA hehehe.. jadi ya saya suka masa2 SMA..
Januari 19, 2008 pada 6:09 am
Emnang bener sih. Faktor guru sangat berpengaruh. Apalagi kalo orang-orang kayak saya. Engga’ bakal tahan kalo gurunya bosenin banget
Januari 19, 2008 pada 6:20 am
Saya juga suka sekolah, mbak..
Tapi gak tau kenapa, saya gak suka dgn sistem pendidikannya..
Januari 19, 2008 pada 7:11 am
Mbak mina….
NIce blog..
Tentang sekolah, ya?…Wah..kalo saya seneng ama sekolah karena ketemu ama temen2, sih…(itu awalnya)
Waktu SMP salah seorang guru saya memotivasi kami semua (satu kelas, maksudnya..)untuk beramai menemukan fosil manusia purba yang terputus…Sejak saat itu saya begitu tertarik dengan sejarah bahkan sempat berfikir untuk jadi arkeolog..he..he.. Waktu smu juga menyenangkan..gurunya perhatian dan ramah tidak membeda-bedakan siswanya….
Pas kuliah..terasa banget individualismenya…
but it’s ok…
Di bangku kuliah inilah saya merasakan betapa menakjubkannya bidang ilmu yang saya pelajari…it’s very-very tremendzous..gorgeuos (bener gak, sih spellingnya ? he..he..)
Januari 19, 2008 pada 8:15 am
Lebih mudah memang untuk membuat tulisan tentang sekolah. Tapi saat kita sudha masuk dalam lingkungan pendidikan - apalagi SMA - wah ternyata semua pemikiran tentang idealisme di bayangan Anda saat - misalkan - ingin menjadi guru tersebut pasti akan lenyap seketika, saat melihat siswa yang begitu agresif, nakal, MPG (Minta Perhatian Guru
), sampe yang nakal gak ketulungan.
Gak percaya? Coba aja sendiri
Januari 19, 2008 pada 1:21 pm
–andrew–
memang benar. Tapi kondisinya saat ini, sekolah berbentuk lembaga formal atau tidak formal juga masih penting kok menurut saya
meskipun bukan segalanya, tapi minimal mulai dari sanalah kita nantinya akan belajar kehidupan juga
–brainstorm–
yah, banyak yang bisa kita dapat di sekolah
–nixfar–
saya juga suka cepet bosen dan ngantuk
–qzink–
wah, ternyata banyak yang ga suka dengan sistem pendidikan ya. Apa karena banyak yang namanya kurikulum dan sebagainya?
–syelviapoe3–
saya juga sama XD
kadang nyebelin, tapi sewaktu di kenang sekarang, ternyata banyak hal yang menyenangkan juga ya ^^;
–pak bisaku–

wah, memang betul pak
ini tulisan juga berdasarkan apa yang saya alami pak. Bukan di sma, tapi di SD. Bisa dibayangkan seperti apa? bahkan ruwetnya melebihi anak sma pa
Januari 19, 2008 pada 1:47 pm
Jawabnya “may be yes, may be no!”
Yes:
1. Kalo gurunya cantik dan baik hati, walaupun pelajarannya mbosenin tetep aja kalo gurunya cantik, pasti kelas penuh heheheh, bener gak?
2. Kalo ‘gebetan’ adalah temen sekelas, mau gak mau kudu masuk, sayang kalo gak masuk coz bakal gak ketemu dia.
No:
1. Udah gurunya galak, cerewet lagi, apa lagi kalo udah punya cucu… wah tinggal tunggu dilempar kapur dah :D.
2. Tambah lagi kalo jomblo… temen2 ce di kelas kurang oke, mata sepet dah, mending kabur ke kantin sekolah…
:jadi kangen SMA: :((
Januari 19, 2008 pada 2:25 pm
–resi bismo–
ahahaha.. saya juga gitu dulu.. XD
ternyata memang sekolah menyenangkan dari sisi itunya ya ^_^
tapi memang saya juga merindukan masa sekolah dulu
Januari 19, 2008 pada 10:13 pm
Lha, sekolah emang menyenangkan kok…
karena itu juga, selama sekolah saya nggak pernah bolos apalagi kabur 
Saya mending diem di sekolah seharian daripada keluyuran di tempat-tempat yang nggak jelas
Januari 20, 2008 pada 1:17 am
Saya malas kalau gurunya ngaco
Januari 20, 2008 pada 2:52 pm
saya masih sekolah…
masih menyenangkan…
masih juga kurang kerjaan…
Januari 21, 2008 pada 12:15 pm
saya suka sekolah. bisa ngabisin waktu wakakakak…
bisa cari teman, main rame-rame dan tentunya, belajar.
Januari 22, 2008 pada 2:19 am
Yang perlu dipikirkan sekarang adalah bagaimana lebih melibatkan para siswa sebagai subjek dalam pendidikan itu sendiri, bukan sebagai objek. Apalagi yang dipaksa harus menerima materi2 seperti dicekokin jamu. Formulanya perlu diperbaiki.
Weekend yang lalu pernah jalan di PVJ Mall, di situ ada promosi semacam Internasional School di Bandung. Dan aku sangat terkesima melihat video-video pendidikan mereka, bener-bener bagus. Aku sempet terhenti di situ sekitar 5 menitan hanya untuk melihat video tersebut, dan membayangkan bagaiamna kalau hal ini diterapkan di seluruh sekolah-sekolah negeri di Indonesia ini.
Kurasa kalau sekolah-sekolah swasta sudah mempertimbangkan hal2 seperti ini, dan mereka sudah Open Mind masalah ini. Yang sangat disayangkan kenapa pendidikan untuk sekolah2 negeri kita belum melek masalah ini. Guru pun masih saja berkutat memikirkan gaji mereka yang tak kunjung cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan
Januari 23, 2008 pada 12:16 am
–Donny Reza—
Motivasi yang lumayan bagus ^_^
Semestinya memang kita menikmati sekolah ya…
–cynanthia—
Emang ada ya yang gurunya ngaco ?
Hm, kalau nyebelin sih memang ada dulu
–sir Arthur moerz—
Hehe…makanya, cobalah untuk have fun dengan sekolah. Bukan hanya untuk bersenang –senang atau mengejar nilai bagus. Tapi dapat ilmunya juga kan..
–cK—
Wah..sama dong
–deniar—
Sejujurnya, saya juga memang belum pernah melakukan semacam penelitian di bidang pendidikan (sekolah). Tapi dari apa yang saya rasakan dulu waktu di skul, ya memang begitulah.
Perbandinganya sekarang, sewaktu saya bekerja di sebuah sekolah (dasar) swasta, saya merasa ada usaha untuk ke arah sana, menerapkan pendidikan secara lebih professional dan melibatkan anak secara atraktif. Misalnya belajar mandiri di luar kelas, dan semacamnya. Namun yang memusingkan adalah adanya patokan semacam kurikulum yang terus berubah, hehe
Januari 28, 2008 pada 12:00 pm
#andrew:
Betul bahwa kehidupan adalah ladang belajar terbaik, namun kenyataannya banyak yang tidak pernah belajar, mengulangi kesalahan yang sama berkali - kali. Justru karena itu Sekolah harus diciptakan sehingga anak mau dan mampu belajar dari kehidupan yang dia temui sehari - hari.
#syelviapoe3:
Saya masih ingat puisi dari teman saya tentang tugas guru yang sebetulnya bukan menyuapi, tapi hanyalah memotivasi siswa betapa lezatnya ilmu dan mengarahkan bagaimana cara menikmatinya, siswalah yang harus menyantap ilmu itu sendiri.
#deniar:
Sudah tahu tentang Sekolah Alam ? Perbedaan utama dengan sekolah lain ada pada konsep Spider-Web. Konseptornya adalah Lendo Novo.
lihat wawancara “Lendo Novo: Sekolah Harus Menyenangkan!” (http://www.sinarharapan.co.id/berita/0708/22/eko06.html)
Yang suka pada konsep HomeSchooling, biasanya juga suka pada konsep Sekolah Alam, bahkan Indira salah satu aktivis Home Schooling menjulukinya sebagai Sekolah Impian (http://www.early-years-homeschool.com/sekolah-impian.html)
Salah satu ulasan tentang SA bisa dibaca di Febi
(http://just2b.blogspot.com/2005/04/ayosekolah.html)
Berikut ini daftar Sekolah Alam yang satu kelompok dengan sekolah alam pertama di Ciganjur:
Sekolah Alam Jakarta
Web: http://www.sekolahalam.org
Jl. Anda 7x, Ciganjur, Jakarta Selatan
Tlp. 021-78881659
depan Kantor Kelurahan Ciganjur)
School of Universe
Web: http://school-of-universe.com/
Jl. Raya Parung 314, Desa Lebak Wangi RT 03 / 01, Kel. Pemagar Sari,
Kec. Parung Kab. Bogor km 43, Kode Pos 16330
Informasi Umum :
Yusri +62 21 70728811 /
+62 811 910 709
yusri@school-of-universe.com
Konseptor :
Lendo +62 811 850309
lendo@school-of-universe.com
Kurikulum dan Metoda Belajar :
Loula +62 8129289485
loula@school-of-universe.com
Siswa Special Need :
Ima +62 818 490902
Sekolah Alam Bandung
Web: http://www.sekolahalambandung.com/
Jl. Dago Pojok Kampung Tanggulan No. 115
Bandung - 40135.
BANDUNG
Contact Us Personel :
* Bpk. Eko Kurnianto ST. +62 22 70723121
* Ibu Rani +62 811 23 1945
Sekolah Alam Bojong Kulur, Cibubur
Web: http://sabkbogor.multiply.com/
Komplex Vila Nusa Indah II, Bojong Kulur
Cibubur
Contact: Kuntjoro Pinardi (0817 - 6618002)
Sekolah Alam Cikeas
Web: http://www.sacikeas.com/
Komplek Puri Cikeas
Jl. Letda Natsir, Nagrak, Gunung Putri,
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Tlp: 021-8231985/021-68290012
E-mail: info@sacikeas.com
Sekolah - sekolah alam lainnya (mungkin tidak sepenuhnya sama dengan yang diatas, terutama metode spider-web-nya):
Sekolah Citra Alam
Web: http://www.citraalam.org/
Jl. Damai II/54 Ciganjur-Jakarta Selatan
Phone: (021) 7272164, 7868333
Fax: (021) 7868424
e-mail: sekolah@citraalam.org
Sekolah Alam Natur Islam, Jati Asih
Web: http://oursani.com/
ourschool@oursani.com
Jl. Swatantra 4 RT. 007 RW. 003 Jati Rasa,
Kec. Jati Asih - Bekasi
Tel: 021-82412792
Fax: 021-68589703
Sekolah Alam Peradaban, Cilegon
Web: http://www.sekolahperadaban.com/ (broken link)
Jl. K.H. Abdul Latif Palas
(Belakang KPUD )
Cilegon Banten
Phone +62-254-7001770
Info@sekolahperadaban.com
Contact Person :
Didi 0817 64 63 123
Wawan 0816 90 11 12
Rizky 0813 89 87 20 13
Sekolah Alam Ar-Ridho, Semarang:
Web: http://www.sekolahalamarridho.wordpress.com/
Contact :
Telp. : 024-70234660 (SD)
024-70374878 (SMP)
Email : sekolahalamarridho@yahoo.com
Alamat : Jl. Kelapa Sawit I Blok AA
Bukit Kencana Jaya Tembalang
Semarang 50271
Sekolah Alam Nurul Islam, Yogyakarta
Web: http://sekolahalamjogja.wordpress.com/
Alamat : Jl. Ring Road Barat Cambahan Nogotirto Gamping
Sleman Yogyakarta
Telepon : (0274) 627125
Email : sditalam@yahoo.com
Milis : sekolahalamjogja@yahoogroups.com
Sekolah Alam Insan Mulia, Surabaya
Web: http://www.insanmulia-sby.sch.id/ (broken link)
Jl. Medokan Semampir Indah 99- 101 Surabaya
Tel: 031-5920033
Email: agus-af@insanmulia-sby.sch.id
Model Pendidikan Luar Sekolah yang dikembangkan oleh Dick Doank dan Yayasan Tunas Cendekia.
Sekolah Alam Kandank Jurank Doank:
Web: http://www.kandankjurankdoank.com/
(http://tunascendekia.org/wordpress/archives/95)
Alamat : Komplek ALVITA, Blok : Q, No. 14,
Desa Sawah Baru, Ciputat, Tangerang
Telf : 021 - 98564611
Fax : 021 - 74637856
Email : kontak_kjd@yahoo.co.id , kontak_kjd@plasa.com
Januari 28, 2008 pada 12:03 pm
#andrew:
Betul bahwa kehidupan adalah ladang belajar terbaik, namun kenyataannya banyak yang tidak pernah belajar, mengulangi kesalahan yang sama berkali - kali. Justru karena itu Sekolah harus diciptakan sehingga anak mau dan mampu belajar dari kehidupan yang dia temui sehari - hari.
#syelviapoe3:
Saya masih ingat puisi dari teman saya tentang tugas guru yang sebetulnya bukan menyuapi, tapi hanyalah memotivasi siswa betapa lezatnya ilmu dan mengarahkan bagaimana cara menikmatinya, siswalah yang harus menyantap ilmu itu sendiri.
#deniar:
Sudah tahu tentang Sekolah Alam ? Perbedaan utama dengan sekolah lain ada pada konsep Spider-Web. Konseptornya adalah Lendo Novo.
lihat wawancara “Lendo Novo: Sekolah Harus Menyenangkan!” (http://www.sinarharapan.co.id/berita/0708/22/eko06.html)
Yang suka pada konsep HomeSchooling, biasanya juga suka pada konsep Sekolah Alam, bahkan Indira salah satu aktivis Home Schooling menjulukinya sebagai Sekolah Impian (http://www.early-years-homeschool.com/sekolah-impian.html)
Salah satu ulasan tentang SA bisa dibaca di Febi
(http://just2b.blogspot.com/2005/04/ayosekolah.html)
Januari 28, 2008 pada 12:04 pm
Berikut ini daftar Sekolah Alam yang satu kelompok dengan sekolah alam pertama di Ciganjur:
Sekolah Alam Jakarta
Web: http://www.sekolahalam.org
Jl. Anda 7x, Ciganjur, Jakarta Selatan
Tlp. 021-78881659
depan Kantor Kelurahan Ciganjur)
School of Universe
Web: http://school-of-universe.com/
Jl. Raya Parung 314, Desa Lebak Wangi RT 03 / 01, Kel. Pemagar Sari,
Kec. Parung Kab. Bogor km 43, Kode Pos 16330
Informasi Umum :
Yusri +62 21 70728811 /
+62 811 910 709
yusri@school-of-universe.com
Konseptor :
Lendo +62 811 850309
lendo@school-of-universe.com
Kurikulum dan Metoda Belajar :
Loula +62 8129289485
loula@school-of-universe.com
Siswa Special Need :
Ima +62 818 490902
Sekolah Alam Bandung
Web: http://www.sekolahalambandung.com/
Jl. Dago Pojok Kampung Tanggulan No. 115
Bandung - 40135.
BANDUNG
Contact Us Personel :
* Bpk. Eko Kurnianto ST. +62 22 70723121
* Ibu Rani +62 811 23 1945
Sekolah Alam Bojong Kulur, Cibubur
Web: http://sabkbogor.multiply.com/
Komplex Vila Nusa Indah II, Bojong Kulur
Cibubur
Contact: Kuntjoro Pinardi (0817 - 6618002)
Sekolah Alam Cikeas
Web: http://www.sacikeas.com/
Komplek Puri Cikeas
Jl. Letda Natsir, Nagrak, Gunung Putri,
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Tlp: 021-8231985/021-68290012
E-mail: info@sacikeas.com
Sekolah - sekolah alam lainnya (mungkin tidak sepenuhnya sama dengan yang diatas, terutama metode spider-web-nya):
Sekolah Citra Alam
Web: http://www.citraalam.org/
Jl. Damai II/54 Ciganjur-Jakarta Selatan
Phone: (021) 7272164, 7868333
Fax: (021) 7868424
e-mail: sekolah@citraalam.org
Sekolah Alam Natur Islam, Jati Asih
Web: http://oursani.com/
ourschool@oursani.com
Jl. Swatantra 4 RT. 007 RW. 003 Jati Rasa,
Kec. Jati Asih - Bekasi
Tel: 021-82412792
Fax: 021-68589703
Sekolah Alam Peradaban, Cilegon
Web: http://www.sekolahperadaban.com/ (broken link)
Jl. K.H. Abdul Latif Palas
(Belakang KPUD )
Cilegon Banten
Phone +62-254-7001770
Info@sekolahperadaban.com
Contact Person :
Didi 0817 64 63 123
Wawan 0816 90 11 12
Rizky 0813 89 87 20 13
Sekolah Alam Ar-Ridho, Semarang:
Web: http://www.sekolahalamarridho.wordpress.com/
Contact :
Telp. : 024-70234660 (SD)
024-70374878 (SMP)
Email : sekolahalamarridho@yahoo.com
Alamat : Jl. Kelapa Sawit I Blok AA
Bukit Kencana Jaya Tembalang
Semarang 50271
Sekolah Alam Nurul Islam, Yogyakarta
Web: http://sekolahalamjogja.wordpress.com/
Alamat : Jl. Ring Road Barat Cambahan Nogotirto Gamping
Sleman Yogyakarta
Telepon : (0274) 627125
Email : sditalam@yahoo.com
Milis : sekolahalamjogja@yahoogroups.com
Sekolah Alam Insan Mulia, Surabaya
Web: http://www.insanmulia-sby.sch.id/ (broken link)
Jl. Medokan Semampir Indah 99- 101 Surabaya
Tel: 031-5920033
Email: agus-af@insanmulia-sby.sch.id
Model Pendidikan Luar Sekolah yang dikembangkan oleh Dick Doank dan Yayasan Tunas Cendekia.
Sekolah Alam Kandank Jurank Doank:
Web: http://www.kandankjurankdoank.com/
(http://tunascendekia.org/wordpress/archives/95)
Alamat : Komplek ALVITA, Blok : Q, No. 14,
Desa Sawah Baru, Ciputat, Tangerang
Telf : 021 - 98564611
Fax : 021 - 74637856
Email : kontak_kjd@yahoo.co.id , kontak_kjd@plasa.com