Bandung: Api, Asmara, Sampah, Bunga

Juni 4, 2007

Sebenarnya saya bukanlah orang asli Bandung. Meskipun masih dari sunda juga, tapi saya berasal dari luar wilayah Bandung. Dan, sebagai orang yang telah mendiami Bandung selama lebih kurang 6 tahun, saya menemukan hal menarik dari kota ini. Mulai sisi historisnya semasa jaman perjuangan era 1946 –an, sampai pada tragedy TPA Leuwigajah tahun 2005. Dan apakah yang menarik dalam kurun waktu 59 tahun itu? Ya, julukan yang terus bertambah (atau berganti?) untuk Bandung.

Julukan apa sajakah itu?

Masih ingat lagu wajib “Halo –Halo Bandung?”. Syairnya ada yang berbunyi ‘….sekarang telah menjadi lautan api, mari bung rebut kembali!! Nah, “Bandung Lautan Api”, itulah julukan paling awal untuk Bandung . Julukan yang sangat patriotic saya kira. Apalagi merujuk pada kisah perjuangan para pahlawan yang memutuskan membumihanguskan Bandung pada 24 Maret 1946 agar tidak menjadi kekuasaan penjajah. Sungguh julukan yang terhormat, penuh semangat, dan kisahnya diabadikan dalam buku sejarah Indonesia, serta tentu saja lagu wajib itu.

Memasuki tahun 2001-an, seiring dengan makin pesatnya perkembangan Bandung, muncullah julukan baru untuk kota ini. Sayangnya, julukan kedua yang muncul justru sangat ironis. Julukan kedua Bandung adalah: “Bandung Lautan Asmara”. Ini sebenarnya bukan julukan ‘resmi’ seperti julukan ‘Bandung Lautan Api”. Namun julukan ini merupakan cerminan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi pergaulan para remaja dan pemuda di Bandung. Meskipun ini tentu tak bisa digeneralisir dan dijadikan judgement untuk kaum muda Bandung. Tapi masyarakat sendirilah yang menilainya.

Sejarah julukan “Bandung Lautan Asmara” sendiri tak se –heroic “Bandung Lautan Api” tentu saja. Berawal dari perbuatan mesum 2 mahasiswa yang mempelopori maraknya VCD mesum para remaja, maka gegerlah Bandung. Semua orang membicarakannya, bahkan teman –teman saya percaya bahwa ‘semua kaum muda’ pernah menontonnya. Lalu, setelah beberapa lama peristiwa ini pun menghilang bagaikan hembusan angin. Meninggalkan tren baru di kalangan remaja, video mesum yang disebarkan.

Adapun julukan ketiga adalah “Bandung Lautan Sampah”, meskipun pak Gubernur langsung membuat pernyataan bahwa tidak benar kalau Bandung kotor dan lautan sampah. Julukan ini pun sama tidak resminya dengan “Bandung Lautan Asmara”, dan muncul dari kritisi masyarakat pasca tragedy TPA Leuwigajah yang merenggut korban jiwa (terjadi pada 22 Februari 2005). Sungguh mengenaskan, puluhan manusia meninggal tertimbun sampah!!

Memang, dalam kurun waktu sebelum dan sesudah kejadian TPA Leuwigajah, saya merasakan kalau sampah menjadi salah satu masalah besar di Bandung. Tumpukan sampah dimana –mana. Dulu, kalau anda melewati jalan tamansari –yang notabene merupakan salah satu jalan utama di Bandung– maka anda akan dihadapkan pada sampah yang menggunung di tepi jalan raya, bau busuk tak terkira, dan belatung –belatung putih yang menjijikkan. Belum lagi kondisi di daerah –daerah lain yang lebih parah dari itu.

Tapi sekarang, alhamdulillah tumpukan –tumpukan sampah itu mulai berkurang. Terutama di ruas –ruas jalan raya. Dan saya kira, ini juga berkat dukungan pemerintah daerah Bandung dan seluruh elemen masyarakatnya dalam menanggulangi masalah sampah. Karena masalahnya sudah cukup kronis, penyembuhannya pun tentu butuh waktu yang lumayan lama, dan dana yang sangat besar. Kita tunggu saja, sambil berpartisipasi dalam penanggulangan sampah ini mulai dari hal terkecil yang bisa kita lakukan.

Selain tiga julukan diatas, ada julukan permanen yang akan selalu melekat jika kita menyebut Bandung. Dan mungkin, inilah julukan ‘asli’ yang seharusnya ada; yaitu “Kota Kembang”. Sebenarnya saya tak terlalu paham sejarahnya. Namun saya sangat menyukai julukan ini. “Kembang” berasal dari bahasa sunda, artinya bunga. Sungguh indah bukan?

Kata teman saya –dan saya juga sependapat, kata ‘kembang’ bagi Bandung ini bermaknaa ganda. Pertama, “kembang” dalam arti sebenarnya; yakni bunga. Artinya, Bandung itu kota yang penuh dengan bunga. Dan memang betul. Di Bandung anda akan menjumpai berbagai jenis bunga, terutama di daerah dingin seperti Lembang. Dan saya pikir semua orang sudah mengenalnya.

Lalu, ‘kembang’ kedua artinya gadis. Kenapa demikian? Saya juga tak begitu paham. Tapi orang –orang selalu menganggap kalau di Bandung itu banyak gadisnya. Panggilan mereka adalah ‘mojang priangan’ yang terkenal cantik –cantik. Bahkan ada lagunya dalam bahasa sunda. Judulnya, ya ‘Mojang Priangan’. Dan yang senang menafsirkan ‘kembang’ ini tentu saja para jejaka. Ini juga berdasarkan pengalaman saya saat bicara dengan seorang teman. Beliau bertanya, “kamu dari Bandung?’. Saat saya jawab iya, beliau berkata, “wah, di Bandung itu gadisnya cantik –cantik”.

Nah, benarkah demikian? Saya sih berharap julukan ini merupakan julukan paling tua dan akan melekat selamanya pada Bandung, terutama untuk ”Kota Kembang” sebagai kota yang penuh bunga dalam arti sebenarnya. Agar Bandung tetap asri dan indah.

[01 Juni 2006. Atas inspirasi dari adik saya, K/Noel]

27 Tanggapan ke “Bandung: Api, Asmara, Sampah, Bunga”

  1. jurig Berkata

    bagiku … Bandung itu kota paling “indah” di seluruh dunia … apapun julukannya … :)

  2. Paijo Berkata

    Dul Sumbang bilang kalau Bandung sudah jadi Kota Kambing, bener gak sih. Mana kambingnya ya ?

  3. Master Li Berkata

    Saya nggak pernah ke sana. :D

  4. mina Berkata

    @Teh jurig
    masa sih teh? kadang indah kadang enggak klo kata saya mah

    @paijo
    hah? baru denger tuh. Masa?
    maap, penelitian saya kurang akurat ya…T__T

    @Gun
    Makanya, kapan -kapan mampirlah… :)

  5. Ma!!! Berkata

    Mau ke bandung lagi!!!! hikss,,

    kapan ya,,??

    tapi, julukan di Palembang juga macem2 kok,, salah satunya kota langganan Buser,,, -temen Ma suka nanyain kok Palembang sering masuk Buser,,-

  6. mina Berkata

    wah, tulis dong tentang palembang XD

    ahemm…silakan ke Bandung, nanti kan bisa ketemu ma teh Mina..XD

  7. Paijo Berkata

    Ketahuan kalau gak pernah dengerin lagunya Doel Sumbang deh. Itu lagu lama yang hit tahun 80-an, jadi pantas kalau anak-anak muda sekarang tidak tahu liriknya :” Aku dilahirkan di kota kembang yang sekarang jadi kota kambing …..”. Salam eksperimen aja ya.

  8. mina Berkata

    masa sih pa?
    kota bandung jadi kota kambing?
    bisa lebih detail infonya? :D

  9. Idham Berkata

    Ralat teh … TPA leuwi gajah itu adanya di Kota Cimahi. Kecamatan Cimahi Selatan , Kelurahan Leuwigajah :D. Jadi julukan bandung lautan sampah itu sendiri terjadi terkait salah satunya karena penutupan TPA tersebut, tapi lebih karena selama kurang lebih 14 hari setelah penutupan TPA tsb, di sepanjang pinggiran jalan di bandung di penuhi sampah2 yg tidak punya tempat pemberhentian terakhir (beruntung ada para tentara) yg kemudian membereskan sampah2 tersebut yg kemudian di musnahkan di markas2 TNI dan sebagian di buang ke TPA Gedebage :D…
    Btw walaupun Cimahi sudah berdiri sendiri sebagai kota sejak 2003 tapi kita masih tetap cinta Persib… hidup Persib!!!

  10. harry Berkata

    Sampah di bandung sudah menjadi sebuah keniscayaan. Sampah adalah bagian dari hidup orang Bandung. Jadi Orang Bandung memang dapat diasosiasikan dengan sampah.
    Masalah sampah di bandung memang harus dimulai dari diri sendiri. Bandung yang asri merupakan mimpi kolektif kita semua.

    sampahbandung.blogspot.com

  11. mina Berkata

    @Idham
    Oooo…gitu XD
    hya…persib? pencinta persib?

    @harry
    begitulah. lam kenal ya harry :)

  12. sari Berkata

    bandung,
    mungkin perlu perbaikan di segi kebersihan. memang masalah sampah sangat membludak sekali, selain itu macet bgt.
    tapi i love bandung, saya kuliah dan pernah bekerja di bandung selama 6 th, now i am working in kalimantan, tapi rindu jg bertandang kesana

  13. rice_rice Berkata

    Bandung kota……..kembung…………….
    udah kebanyakan warganya………………
    kesusahan nampung………………………..
    harus di-defrag………………………………….
    *hayu Bandung kita ke WC dulu*
    *kasih minyak angin biar ga kembung*

  14. wili Berkata

    bandung itu indah euy…! nga ada duanya, gue udah cari kemana-mana tapi bandung bisa bikin orang jadi nyandung hehe…

  15. wili Berkata

    Urang Bandung ulah jorok, lebar kuasrinaaa…!

  16. Aji wiliamsyah, SE Berkata

    Dari maknan sampa minuman Bandung memang manisss… ada lg yg ngakalah sama kota mana-pun nyaeta senyumna euy…! kade ah…ka urang Bandng kudu marurah senyum, ulah eleh ku si cepot hehe…kumargi ibadah keneh. salam ka urang Bandung, ti simkuring cs di jambi.

  17. mina mina Berkata

    @sari
    hm, memang begitulah. sangat ngangenin..

    @rice
    apa sih? dasar!
    *tendang rice sampai ke Pantai Pangandaran*

    @wili
    he? urang sunda oge?
    hatur nuhun pa, tos llinggih di blog abdi
    mangga ah, salam oge ka Jambi atuh

  18. omdien Berkata

    Bandung Lautan Api…
    Bandung Lautan Asmara…

    Hiji deui teh…
    Bandung Lautan Hampura
    Kedah seur hampura di Bandung mah
    Sampah “hampuraeun”
    Macet “hampuraeun”
    Kepadatan penduduk “hampuraeun”
    hmm… naon deui nya
    Pergaulan bebas “hampuraeun”

    But.. “I Love this town”, kota penuh pesona

  19. hndraa Berkata

    Mojang Bandung = paling geulis sa Indonesia..

    saya sering aja tman dari luar kota jalan2 di Bdg.. mereka pada aneh krn bru jalan (pake mobil) beberapa puluh meter, udah liat yg “sger-seger”.. malahan waktu saya bwa ke Ciwalk, mereka pada aneh krn petugas yg ngasih tiket parkir nya aja cantik….

  20. A-isy Berkata

    @omdien:
    hampuraeun, pak?
    duh.. memang begitulah adanya. tapi kadang hal itu jadi agak membuat miris juga ….

    @hndraa
    wew…. liatnya mojangnya ajah ya…

  21. hedni Berkata

    jujur aja gw orang bandung asli apa pun julukan kota bandung itu tetap bandung is the best lah

  22. I-Tja Berkata

    Assalamualaikum, Wr.Wb.

    hemmm.. begitu, to..

    terus buat orang awam seperti saya yang ingin melanjutkan pendidikan ke kota bandung ada saran2 dan masukan nggak?? saya bener2 butuh banyak informasi dan saran2 untuk itu..

    Terima kasih sebelumnya.. =)

  23. eMina Ga Bisa Login Berkata

    @hedni
    hehe..sebetulnya saya bukan orang Bandung, hanya merantau.. :D

    @i-tja
    ooo? mau kul di Bandung? pilihan tepat XD
    tar saran -sarannya nyusul ya, harus mikir dulu :mrgreen:

  24. adeksetiawati Berkata

    jadi pengen ke bandung lagi, kangen hawa sejuknya

  25. RUTNAWATI.S Berkata

    sayang bangat saya tidak pernah ke bandung, jadi penasaran deh. tapi kapan-kapan saya akan berkanjung ke sana’.

  26. hevi.fauzan Berkata

    Jangan lupa : Bandung Lautan BIRU.

    Hidup Persib ! ;)

  27. rajikin Berkata

    wah kaya apa sih gue belum pernah kesana.kepengin donk tapi sama siapa yah entar kalau aa ke batam mau ikutan akh.

Tinggalkan Balasan